Apa Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Ilmu Lain

Psikologi apakah memiliki hubungan dengan mata kuliah lain atau berhubungan dengan jurusan lain selain turunan ilmu psikologi?

Untuk menjawabnya kami akan membahas Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Mata Kuliah Lain sebagaimana kami jelaskan berikut ini:

A. Hubungan Ilmu Psikologi dan Ilmu Fisika:

Psikologi adalah ilmu pengalaman individu. Tetapi pengalaman mengandaikan dualitas subjek dan objek, yang keduanya nyata. Psikologi berkaitan dengan proses mental seperti mengetahui, merasakan dan berkeinginan, untuk menjelaskannya secara memadai, psikologi harus mempelajari sifat rangsangan fisik dalam kaitannya dengan mengetahui dan berkeinginan.
Tetapi ada perbedaan antara ilmu psikologi dan ilmu fisika dalam hal objek fisik. Ilmu fisika menyelidiki sifat rangsangan fisik terlepas dari hubungannya dengan individu. Tetapi psikologi mempelajari sifat interaksi antara individu dengan rangsangan fisik.

B. Hubungan Ilmu Psikologi dan Ilmu Biologi

Psikologi adalah ilmu tentang pengalaman dan perilaku. Namun pengalaman tidak dapat dijelaskan secara memadai tanpa proses fisiologis yang bersamaan. Lingkungan bertindak dalam pikiran melalui organ sebagai indera dan kemudian pikiran bereaksi terhadap lingkungan melalui otot. Indera dan otot adalah organ tubuh. Jadi proses mental terkait erat dengan proses tubuh.
Apa Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Ilmu Lain
Apa Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Ilmu Lain

Bahkan, proses mental dianggap oleh banyak psikolog sebagai fungsi kehidupan dan
 alat untuk adaptasi yang lebih baik dari organisme psiko-fisik dengan lingkungan. Banyak psikolog modern memperlakukan psikologi dari sudut pandang biologis.
Para ilmuwan berpendapat bahwa kesadaran muncul ketika reaksi bawaan gagal menyesuaikan organisme dengan lingkungan, dan bahwa proses mental yang lebih tinggi berevolusi untuk menyesuaikan organisme menjadi lebih dan lebih efektif dengan lingkungan yang kompleks.
Hubungan antara ilmu psikologi dan ilmu biologi sangat dekat. Pengalaman dan perilaku seseorang dapat dijelaskan dalam beberapa konsep dasar ilmu biologi. ER Hess telah menunjukkan bahwa ada korelasi erat antara proses psikis dan neuron dalam kepribadian manusia.
Pengalaman subyektif individu terkait erat dengan struktur otak dan sifat-sifat elemen strukturalnya. Ada korelasi erat antara pengorganisasian otak dan pengaturan isi kesadaran. Maka jelaslah bahwa hubungan antara ilmu-ilmu psikologi dan biologi sangat besar.

C. Hubungan Ilmu Psikologi dan Ilmu Fisiologi:

Psikologi adalah ilmu pengalaman. Pengalaman seorang individu berhubungan erat dengan proses fisiologis, terutama dari sistem saraf. Oleh karena itu, psikologi mempelajari proses fisiologis ini untuk menjelaskan proses mental secara memadai.
Psikologi tidak boleh dikacaukan dengan fisiologi. Psikologi berkaitan dengan pengalaman, yaitu, mengetahui, merasakan dan keinginan dimana proses ini terhubung dengan proses fisiologis. Oleh karena itu, dipelajari oleh psikologi. 
Perilaku adalah reaksi tubuh seseorang terhadap lingkungan fisik dan sosial. Oleh karena itu, psikologi mempelajari sifat dari berbagai jenis perilaku namun tidak mempelajari sifat dari semua jenis proses fisiologis. Fisiologi mempelajari sifat semua jenis proses fisiologis yaitu fungsi semua organ tubuh.
Behavioristik berusaha mereduksi psikologi menjadi fisiologi yang merupakan ilmu biologi. Mereka menyingkirkan konsep pikiran atau kesadaran. Psikologi berkaitan dengan perilaku yang merupakan reaksi seluruh organisme terhadap rangsangan, dan bukan bagian dari itu. Tetapi fisiologi mempelajari reaksi berbagai bagian atau organ tubuh.
Hubungan antara ilmu psikologi dan fisiologi begitu intonasi sehingga cabang ilmu baru yang sangat penting telah dikembangkan selama seperempat abad terakhir yang dikenal sebagai 'psikologi fisiologis'.
Psikologi fisiologis telah berkembang dengan mengadopsi konsep dan teknik dari disiplin ilmu lain seperti neuroanatomi, neurofisiologi, endokrinologi, farmakologi, fisiologi seluler, dan biokimia. Penelitian di bidang psikologi fisiologis telah memberi cahaya berharga pada sifat kepribadian manusia dan perilaku telik.

D. Hubungan Ilmu Psikologi dan Logika (Logic)

Psikologi lebih luas dalam hal cakupan daripada Logika, karena ilmu psikologi berkaitan dengan semua jenis proses mental, yaitu mengetahui, merasakan dan keingingan (knowing, feeling and willing). Logika hanya berurusan dengan pemikiran, yang merupakan semacam pengetahuan dan tidak berurusan dengan perasaan dan kemauan.
Logika tidak identik dengan psikologi berpikir, karena psikologi adalah ilmu positif, sedangkan Logika adalah ilmu normatif. Psikologi memberi tahu kita bagaimana sebenarnya kita berpikir sementara Logika memberi tahu kita bagaimana kita harus berpikir untuk sampai pada kebenaran.
Ada beberapa perbedaan antara Psikologi dan Logika. Psikologi berkaitan dengan proses mental, misalnya, konsepsi, penilaian, dan penalaran, sementara Logika berkaitan dengan produk mental, misalnya, konsep, penilaian dan kesimpulan.
Psikologi berkaitan dengan proses penalaran atau eksplorasi mental data sedangkan Logika berkaitan dengan hasil eksplorasi mental atau menemukan hubungan baru di antara data.
Psikologi berkaitan dengan proses mental konkret yaitu konsepsi, penilaian dan penalaran yang hadir dengan perasaan dan kemauan, sementara Logika berkaitan dengan produk mental abstrak, yaitu, konsep, penilaian dan kesimpulan yang dipisahkan dari perasaan dan kemauan.
Logika, sebagai ilmu normatif didasarkan pada Psikologi yang merupakan ilmu positif. Untuk mengetahui bagaimana kita seharusnya bernalar, kita harus tahu bagaimana kita melakukan sebuah alasan. Kita harus mengetahui sifat dasar penalaran sebelum kita dapat menyelidiki kondisi validitasnya.
Psikologi berkaitan dengan proses penalaran yang sebenarnya. Logika berkaitan dengan validitas penalaran dan ketentuan validitasnya. Namun demikian, hukum-hukum logika dikondisikan oleh hukum-hukum yang dengannya kepribadian manusia berpikir. Semua jenis pemikiran logis dibatasi oleh keterbatasan pikiran manusia.
Selama beberapa tahun terakhir hubungan antara ilmu psikologi dan logika sangat dekat. Banyak psikolog kontemporer menggunakan banyak konsep logika simbolik atau logika matematika. 

E. Hubungan Ilmu Psikologi dan Sosiologi

Psikologi berkaitan dengan pola perilaku individu/manusia dalam kaitannya dengan lingkungan yang bersifat fisik maupun sosial. Dunia luar yaitu cahaya, suara, rasa, bau, panas, dingin, dll., membentuk lingkungan fisik. Orang tua, kerabat, teman, musuh, teman bermain, sahabat, dan semua orang yang berhubungan dengan seseorang dan berinteraksi merupakan lingkungan sosial.
Pikiran individu tumbuh dan berkembang melalui interaksi dengan masyarakat. Manusia mengembangkan kepribadiannya melalui hubungan sosial. Ada interaksi konstan antara individu dan masyarakat.
Sosiologi berkaitan dengan sifat, asal, dan perkembangan masyarakat. Sosiologi menyelidiki tentang sopan santun, kebiasaan dan lembaga masyarakat dalam semua tahap perkembangannya dari orang biadab ke negara beradab. Oleh karena itu, psikologi terkait erat dengan sosiologi.
Sosiologi berkaitan dengan hubungan timbal balik antara kepribadian manusia dalam kelompok sosial juga berkaitan dengan ikatan yang saling berhubungan individu dalam masyarakat. Sifat hubungan antar-pribadi telah menjadi sangat dapat dipahami melalui investigasi di bidang psikologi.
Maka jelaslah bahwa ada tumpang tindih yang cukup besar antara  bagian psikologi dan sosiologi. Namun, terlepas dari kenyataan bahwa ada hubungan erat antara psikologi dan sosiologi ada beberapa titik perbedaan antara keduanya.
Psikologi berkaitan dengan pengalaman dan perilaku seseorang. Sosiologi, di sisi lain, berkaitan dengan peran yang dimainkan individu dalam masyarakat.

F. Hubungan Ilmu Psikologi dan Pendidikan

Psikologi adalah ilmu tentang perilaku individu dalam kaitannya dengan lingkungan. Pendidikan adalah ilmu yang membentuk karakter dan perilaku seseorang sedemikian rupa sehingga ia menjadi anggota masyarakat yang berguna.
Pendidikan adalah proses mengembangkan kekuatan individu secara harmonis, dan menyesuaikannya dengan lingkungan sosial dengan memodifikasi perilakunya. Oleh karena itu, psikologi pendidikan menerapkan prinsip umum psikologi pada kebutuhan praktis pendidikan. 
Pendidikan melibatkan dua hal yaitu, guru dan murid. Guru harus tahu pikiran murid. Kalau tidak, ia tidak bisa memberikan pendidikan yang sesuai dengannya. Ada karakteristik khusus dari pikiran anak yang berbeda sesuai dengan tahapan perkembangannya.
Seorang guru harus memanfaatkan prinsip-prinsip psikologi untuk mengembangkan kekuatan pengamatan, perhatian, ingatan, imajinasi, pemikiran, emosi, kemauan, dan karakter anak.
Psikologi membantu seorang pendidik dengan memberi tahu dia tentang anugerah bawaan anak, tentang hukum perkembangan mentalnya, tentang dampak lingkungan pada pikirannya. Ini membantu seorang pendidik dengan memberi tahu dia bagaimana satu orang bertindak pada orang lain, bagaimana kehidupan kelompok memengaruhi individu, dan bagaimana kehidupan bersama sebuah sekolah membentuk kepribadian seorang anak.
Psikologi dapat membantu seorang pendidik dengan mengatakan kepadanya bagaimana sistem pengetahuan dibangun, dan bagaimana pengetahuan baru diterima dan berasimilasi ke dalam sistem pengetahuan yang sudah terbentuk.
Selama beberapa tahun terakhir, teknik psikologis digunakan untuk membangkitkan perilaku kreatif. Jackson dan Messick berpendapat bahwa penemuan manusia dihasilkan dari interaksi antara orang kreatif, produk kreativitasnya, dan tanggapan lingkungan terhadapnya.
Pendidikan adalah ilmu normatif. Psikologi tidak dapat membantu ilmu pendidikan dalam mendefinisikan tujuannya. Tapi bisa menunjukkan cara mewujudkan tujuan akhir pendidikan, karena psikologi mempelajari proses mental, misalnya, motif, emosi, dan sentimen anak, remaja dan orang dewasa.
Semoga tulisan mengenai Apa Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Mata Kuliah Lain ini bisa bermanfaat bagi anda semua, salam KULI.
Apa Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Ilmu Lain Apa Hubungan Mata Kuliah Psikologi dengan Ilmu Lain Reviewed by Azhar on Maret 16, 2020 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.